June 30, 2016

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang
Bolehkan membayar zakat fitrah atau zakat yang lain dengan menggunakan uang? Apakah harus memberikan zakat fitrah kepada orang yang berhak dalam bentuk makanan pokok (beras)?

JAWAB: Para ulama sepakat bahwa zakat fitrah boleh dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra:

“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilakasanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Apakah boleh seseorang mengeluarkan zakat fitrah atau zakat yang lainnya dengan uang?

Para ulama berbeda pendapat terkait masalah ini.
  • Pendapat pertama: boleh membayar zakat fitrah dan yang lainnya dengan menggunakan qimah (mata uang). 
  • Pendapat kedua: tidak boleh membayar zakat dengan qimah (mata uang). 
  • Pendapat Ketiga: diperbolehkan membayar zakat dengan qimah bila ada kemaslahatan.
Pendapat pertama adalah pendapat ulama hanafiah. Pendapat kedua adalah pendapat ulama syafi’iah dan ulama hanabilah. Sedangkan pendapat ketiga adalah pendapat Ibnu Taimiyah dan salah satu riwayat Imam Ahmad (majmu’ fatawa Ibnu Taimiyah: Jilid 25/82).

Menurut hemat kami, kemaslahatan membayar zakat dalam bentuk uang pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Kebutuhan mustahik sangat beragam. Tidak hanya sebatas bahan makanan pokok. 

Bahkan, kadang kala memberikannya dengan bahan pokok justru merugikan penerima zakat. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan yang lain, ia harus menjual lagi harta zakat yang ia terima dengan harga di bawah standar.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi memberikan suatu argument yang cukup kuat alasan Rasulullah saw, pada waktu itu, memerintahkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok. Kala itu, tidak semua orang memiliki dinar atau dirham. Akses mereka terhadap bahan pokok lebih mudah.

Dengan begitu, apabila beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk uang tentu akan membebani umat muslim. Maka, beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk bahan makanan pokok. Berbeda halnya saat ini, situasi telah berubah. Seseorang lebih mudah mendapatkan uang daripada bahan makanan pokok.

Dengan demikian, memberikan zakat dalam bentuk uang memang benar-benar memberikan maslahat.
Wallahu a’lam. (zakat.or.id).*

June 27, 2016

Idul Fitri 1 Syawal 1437 H Kemungkinan Rabu 6 Juli 2016

Idul Fitri 1 Syawal 1437 H Kemungkinan Rabu 6 Juli 2016HARI Idul Fitri 1 Syawal 1437 H akan ditentukan dalam sidang isbat Kementerian Agama di Jakarta Senin 4 Juli 2016.

Lebaran tahun ini kemungkinan jatuh pada Rabu 6 Juli 2016. Menurut Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, lebaran tahun ini kemungkinan kompak antara ormas Islam dan pemerintah.

“Insya Allah Lebaran nanti kompak, Rabu 6 Juli 2016 dan puasa digenapkan 30 hari,” katanya usai mengikuti sidang isbat penetapan awal Ramadhan di Jakarta, Minggu (5/6/2016).

Menurut Ma’ruf Amin, saat dilakukan pengamatan hilal pada 29 Ramadan, hilal masih berada di bawah ufuk. Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal nanti minus 1 derajat di bawah ufuk.

Dengan begitu, bulan puasa digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari dan 1 Syawal atau Lebaran jatuh pada Rabu, 6 Juli.

Namun demikian, kepastian Idul Fitri 1437 H/2016 M akan diputuskan oleh Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam.

Sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1437H dijadwalkan Senin (4/7/2016). Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan berakhirnya bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1437 H.

“Sidang isbat awal Syawal tahun ini akan dilaksanakan pada Senin, 4 Juli 2016 M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Muhammad Thambrin di Jakarta, Senin (27/6/2016).

Sidang isbat akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

”Sidang isbat merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku Pemerintah dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama,” ujarnya seperti dilansir situs Kemenag.go.id, Senin (27/6/2016).

Proses sidang akan dimulai pukul 17.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Syawal 1437H. Sidang dijadwalkan berlangsung usai Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

“Sidangnya tertutup, sebagaimana isbat awal Ramadan. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang,” jelasnya. (http://www.masjidrayagca.com).*

June 24, 2016

DKM Abu Bakar Ash-Shiddiq Gelar Shalat Idul Fitri 1437 H

DKM Abu Bakar Ash-Shiddiq Gelar Shalat Idul Fitri 1437 H
DKM Abu Bakar Ash-Shiddiq berencana menggelar Shalat Idul Fitri 1437 H pada Rabu 6 Juli 2016 mulai Pkl. 06.00 WIB di Jalan Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq atau Depan Ruko Griya Cempaka Arum (GCA).

Iman dan Khotib dijadwalkan Prof. Dr. H. Asep S. Muhtadi dari UIN SGD Bandung.*