December 6, 2016

Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA

Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA. Digital Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya GCA. Gambar Desain Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq yang belum selesai. Mohon doa dan dukungannya.

DOWNLOAD FILE PDF

 Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA
Jika ada yang tergerak untuk mencetak kalender di atas dan dibagikan gratis untuk jamaah masjid, silakan KONTAK DKM.

October 2, 2016

Pemkot Bandung Luncurkan Program Koperasi Syariah Berbasis Masjid

Pemkot Bandung Luncurkan Program Koperasi Syariah Berbasis Masjid
Pemerintah Kota Bandung bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kadin Kota Bandung meluncurkan program Koperasi Syariah Berbasis Masjid di Masjid Trans Studio Mall Bandung, Minggu (2/10/2016).

"Masjid itu tidak hanya sebagai tempat ibadah shalat dan mengaji. Masjid itu adalah tempat membawa perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan lain-lain,” kata Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, didampingi Ketua MUI Kota Bandung KH Miftah Faridl dan Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa.

Menurut Emil, Kadin Kota Bandung juga mendukung berdirinya koperasi syariah yang berada di masjid-masjid untuk dapat mengambil peran dalam membangun ekonomi masyarakat.

"Program ini gagasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung," ucapnya dikutip Inilah Koran.

Jumlah masjid di Kota Bandung merupakan yang terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 4000 masjid. MUI Kota Bandung memandangnya sebagai potensi besar untuk bisa membangkitkan ekonomi syariah di masyarakat.

Berdasarkan riset dari Ma’arif Institute, Kota Bandung juga merupakan kota paling Islami di tanah air. Jika Koperasi Syariah ini berhasil dijalankan, Emil berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia.

"Jika itu terjadi, maka kota ini sedang berada di arah yang benar menuju baldatun toyyibatun warabbun ghafur. Insya Allah,” ucapnya.
Kota Bandung menjadi daerah percontohan dalam mengembangkan Koperasi Syariah Berbasis Masjid sejak 2007. Digagas MUI Kota Bandung, koperasi ini antara lain bertujuan membantu mengatasi kemiskinan di lingkungan sekitar dan menghilangkan rentenir. 

Untuk mendirikan koperasi syariah berbasis masjid dibutuhkan minimal ada 20 orang anggota. MUI Kota Bandung bersedia men-support pendanaan hingga Rp5 juta.

Dari sekitar 4.000 masjid dan mushalla di Bandung, baru ada sekitar 163 koperasi syariah berbasis masjid. Masih banyaknya masjid yang belum tergarap lantaran terbatasnnya sumber daya manusia.

Para khatib dan ulama diimbau mensosialisasikan ekonomi syariah di tempatnya berdakwah. Dengan begitu, pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah bisa cepat tumbuh. (BA)

June 30, 2016

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang
Bolehkan membayar zakat fitrah atau zakat yang lain dengan menggunakan uang? Apakah harus memberikan zakat fitrah kepada orang yang berhak dalam bentuk makanan pokok (beras)?

JAWAB: Para ulama sepakat bahwa zakat fitrah boleh dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra:

“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilakasanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Apakah boleh seseorang mengeluarkan zakat fitrah atau zakat yang lainnya dengan uang?

Para ulama berbeda pendapat terkait masalah ini.
  • Pendapat pertama: boleh membayar zakat fitrah dan yang lainnya dengan menggunakan qimah (mata uang). 
  • Pendapat kedua: tidak boleh membayar zakat dengan qimah (mata uang). 
  • Pendapat Ketiga: diperbolehkan membayar zakat dengan qimah bila ada kemaslahatan.
Pendapat pertama adalah pendapat ulama hanafiah. Pendapat kedua adalah pendapat ulama syafi’iah dan ulama hanabilah. Sedangkan pendapat ketiga adalah pendapat Ibnu Taimiyah dan salah satu riwayat Imam Ahmad (majmu’ fatawa Ibnu Taimiyah: Jilid 25/82).

Menurut hemat kami, kemaslahatan membayar zakat dalam bentuk uang pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Kebutuhan mustahik sangat beragam. Tidak hanya sebatas bahan makanan pokok. 

Bahkan, kadang kala memberikannya dengan bahan pokok justru merugikan penerima zakat. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan yang lain, ia harus menjual lagi harta zakat yang ia terima dengan harga di bawah standar.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi memberikan suatu argument yang cukup kuat alasan Rasulullah saw, pada waktu itu, memerintahkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok. Kala itu, tidak semua orang memiliki dinar atau dirham. Akses mereka terhadap bahan pokok lebih mudah.

Dengan begitu, apabila beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk uang tentu akan membebani umat muslim. Maka, beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk bahan makanan pokok. Berbeda halnya saat ini, situasi telah berubah. Seseorang lebih mudah mendapatkan uang daripada bahan makanan pokok.

Dengan demikian, memberikan zakat dalam bentuk uang memang benar-benar memberikan maslahat.
Wallahu a’lam. (zakat.or.id).*