December 6, 2016

Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA

Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA. Digital Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya GCA. Gambar Desain Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq yang belum selesai. Mohon doa dan dukungannya.

DOWNLOAD FILE PDF

 Kalender 2017 M / 1438 H Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA
Jika ada yang tergerak untuk mencetak kalender di atas dan dibagikan gratis untuk jamaah masjid, silakan KONTAK DKM.

October 2, 2016

Pemkot Bandung Luncurkan Program Koperasi Syariah Berbasis Masjid

Pemkot Bandung Luncurkan Program Koperasi Syariah Berbasis Masjid
Pemerintah Kota Bandung bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kadin Kota Bandung meluncurkan program Koperasi Syariah Berbasis Masjid di Masjid Trans Studio Mall Bandung, Minggu (2/10/2016).

"Masjid itu tidak hanya sebagai tempat ibadah shalat dan mengaji. Masjid itu adalah tempat membawa perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan lain-lain,” kata Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, didampingi Ketua MUI Kota Bandung KH Miftah Faridl dan Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa.

Menurut Emil, Kadin Kota Bandung juga mendukung berdirinya koperasi syariah yang berada di masjid-masjid untuk dapat mengambil peran dalam membangun ekonomi masyarakat.

"Program ini gagasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung," ucapnya dikutip Inilah Koran.

Jumlah masjid di Kota Bandung merupakan yang terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 4000 masjid. MUI Kota Bandung memandangnya sebagai potensi besar untuk bisa membangkitkan ekonomi syariah di masyarakat.

Berdasarkan riset dari Ma’arif Institute, Kota Bandung juga merupakan kota paling Islami di tanah air. Jika Koperasi Syariah ini berhasil dijalankan, Emil berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia.

"Jika itu terjadi, maka kota ini sedang berada di arah yang benar menuju baldatun toyyibatun warabbun ghafur. Insya Allah,” ucapnya.
Kota Bandung menjadi daerah percontohan dalam mengembangkan Koperasi Syariah Berbasis Masjid sejak 2007. Digagas MUI Kota Bandung, koperasi ini antara lain bertujuan membantu mengatasi kemiskinan di lingkungan sekitar dan menghilangkan rentenir. 

Untuk mendirikan koperasi syariah berbasis masjid dibutuhkan minimal ada 20 orang anggota. MUI Kota Bandung bersedia men-support pendanaan hingga Rp5 juta.

Dari sekitar 4.000 masjid dan mushalla di Bandung, baru ada sekitar 163 koperasi syariah berbasis masjid. Masih banyaknya masjid yang belum tergarap lantaran terbatasnnya sumber daya manusia.

Para khatib dan ulama diimbau mensosialisasikan ekonomi syariah di tempatnya berdakwah. Dengan begitu, pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah bisa cepat tumbuh. (BA)

June 30, 2016

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang

Hukum Membayar Zakat Fitrah dengan Uang
Bolehkan membayar zakat fitrah atau zakat yang lain dengan menggunakan uang? Apakah harus memberikan zakat fitrah kepada orang yang berhak dalam bentuk makanan pokok (beras)?

JAWAB: Para ulama sepakat bahwa zakat fitrah boleh dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar ra:

“Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilakasanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Apakah boleh seseorang mengeluarkan zakat fitrah atau zakat yang lainnya dengan uang?

Para ulama berbeda pendapat terkait masalah ini.
  • Pendapat pertama: boleh membayar zakat fitrah dan yang lainnya dengan menggunakan qimah (mata uang). 
  • Pendapat kedua: tidak boleh membayar zakat dengan qimah (mata uang). 
  • Pendapat Ketiga: diperbolehkan membayar zakat dengan qimah bila ada kemaslahatan.
Pendapat pertama adalah pendapat ulama hanafiah. Pendapat kedua adalah pendapat ulama syafi’iah dan ulama hanabilah. Sedangkan pendapat ketiga adalah pendapat Ibnu Taimiyah dan salah satu riwayat Imam Ahmad (majmu’ fatawa Ibnu Taimiyah: Jilid 25/82).

Menurut hemat kami, kemaslahatan membayar zakat dalam bentuk uang pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Kebutuhan mustahik sangat beragam. Tidak hanya sebatas bahan makanan pokok. 

Bahkan, kadang kala memberikannya dengan bahan pokok justru merugikan penerima zakat. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan yang lain, ia harus menjual lagi harta zakat yang ia terima dengan harga di bawah standar.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi memberikan suatu argument yang cukup kuat alasan Rasulullah saw, pada waktu itu, memerintahkan zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok. Kala itu, tidak semua orang memiliki dinar atau dirham. Akses mereka terhadap bahan pokok lebih mudah.

Dengan begitu, apabila beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk uang tentu akan membebani umat muslim. Maka, beliau saw memerintahkan zakat dalam bentuk bahan makanan pokok. Berbeda halnya saat ini, situasi telah berubah. Seseorang lebih mudah mendapatkan uang daripada bahan makanan pokok.

Dengan demikian, memberikan zakat dalam bentuk uang memang benar-benar memberikan maslahat.
Wallahu a’lam. (zakat.or.id).*

June 27, 2016

Idul Fitri 1 Syawal 1437 H Kemungkinan Rabu 6 Juli 2016

Idul Fitri 1 Syawal 1437 H Kemungkinan Rabu 6 Juli 2016HARI Idul Fitri 1 Syawal 1437 H akan ditentukan dalam sidang isbat Kementerian Agama di Jakarta Senin 4 Juli 2016.

Lebaran tahun ini kemungkinan jatuh pada Rabu 6 Juli 2016. Menurut Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin, lebaran tahun ini kemungkinan kompak antara ormas Islam dan pemerintah.

“Insya Allah Lebaran nanti kompak, Rabu 6 Juli 2016 dan puasa digenapkan 30 hari,” katanya usai mengikuti sidang isbat penetapan awal Ramadhan di Jakarta, Minggu (5/6/2016).

Menurut Ma’ruf Amin, saat dilakukan pengamatan hilal pada 29 Ramadan, hilal masih berada di bawah ufuk. Berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal nanti minus 1 derajat di bawah ufuk.

Dengan begitu, bulan puasa digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari dan 1 Syawal atau Lebaran jatuh pada Rabu, 6 Juli.

Namun demikian, kepastian Idul Fitri 1437 H/2016 M akan diputuskan oleh Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam.

Sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1437H dijadwalkan Senin (4/7/2016). Melalui mekanisme sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan berakhirnya bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1437 H.

“Sidang isbat awal Syawal tahun ini akan dilaksanakan pada Senin, 4 Juli 2016 M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Muhammad Thambrin di Jakarta, Senin (27/6/2016).

Sidang isbat akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

”Sidang isbat merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku Pemerintah dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama,” ujarnya seperti dilansir situs Kemenag.go.id, Senin (27/6/2016).

Proses sidang akan dimulai pukul 17.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Syawal 1437H. Sidang dijadwalkan berlangsung usai Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

“Sidangnya tertutup, sebagaimana isbat awal Ramadan. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang,” jelasnya. (http://www.masjidrayagca.com).*

June 24, 2016

DKM Abu Bakar Ash-Shiddiq Gelar Shalat Idul Fitri 1437 H

DKM Abu Bakar Ash-Shiddiq Gelar Shalat Idul Fitri 1437 H
DKM Abu Bakar Ash-Shiddiq berencana menggelar Shalat Idul Fitri 1437 H pada Rabu 6 Juli 2016 mulai Pkl. 06.00 WIB di Jalan Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq atau Depan Ruko Griya Cempaka Arum (GCA).

Iman dan Khotib dijadwalkan Prof. Dr. H. Asep S. Muhtadi dari UIN SGD Bandung.*

June 10, 2016

Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shidiq GCA Kekurangan Dana Rp216 Juta

Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq Griya Cempaka Arum (GCA) Kelurahan Rancanumpang Gedebage Kota Bandung membutuhkan dana Rp216 Juta untuk penyelesaian pembangunan.


Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shidiq GCA

Demikian disampaikan Panitia Pembangunan Masjid pada hari kesatu pelaksanaan Tarawih, Minggu (06/06/16), di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq.

Dana Pembangunan Masjid selama tiga tahun murni swadaya masyakarat GCA dan sekitarnya, plus bantuan, sumbangan, baik shodaqoh maupun infaq, dan kencleng masjid, serta para donatur.

Untuk penyelesaian Pembangunan Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq, panitia pembangunan sangat berharap di bulan suci Ramadan 1437 H mendapat bantuan dana dari donatur. (www.rancanumpang.com).* 



Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shidiq GCA

Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shidiq GCA

Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shidiq GCA

Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shidiq GCA

June 3, 2016

Program Ramadhan Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA

PROGRAM Ramadhan Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA tidak jauh berbeda dengan program syiar Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, seperti tadarus Al-Quran, Ceramah Tarawih, Pekan Intensif Ramadhan buat Anak dan Remaja, Mentoring, dan sebagainya.

Program Ramadhan Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA

Program Ramadhan Masjid Raya Abu Bakar Ash-Shiddiq GCA

  1.     Tadarrus Al-Quran
  2.     Pekan Intensif Ramadhan Anak SD-SMP  13-18 Juni 2016
  3.     Mentoring Remaja Masjid
  4.     Pekan Intensif Ramadhan Ibu-Ibu 7-11 Juni 016
  5.     Tajil Bersama
  6.     Sholat & Ceramah Tarawih
  7.     Kultum Ba’da Shubuh: Kajian Hadits Arbain oleh Ust. Yusuf
  8.     Itikaf
  9.     Zakat Fitrah, Zakat Maal, Infaq, Shadaqah, Wakaf
10.     Sholat Idul Fitri

Kajian Ahad Majelis Ta'lim Ummu Rumaan
  1. 12  Juni 2016 Eva Delva (Trainer Parenting)
  2. 19  Juni 2016 Siti Mumtamah (Ibu Wakil Walikota Bandung)
  3. 26 Juni 2016 Siti Sumandari (RZI)

May 29, 2016

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung
Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung. Download Pdf

JADWAL Imsakiyah atau jadwal puasa Ramadhan menjadi pegangan kaum Muslim dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan, terutama waktu imsak atau waktu Subuh --waktu dimulainya puasa-- dan waktu Magrib --waktu berbuka puasa.

Disebut Imsakiyah mengacu pada istilah IMSAK, yakni waktu mulai menahan diri dari makan-minum atau hal yang membatalkan puasa. Waktu Imsak sendiri 10 menit sebelum waktu Subuh.

Saat imsak, yakni 10 menit menjelang waktu Subuh, kaum Muslim masih boleh makan-minum, karena waktu awal puasa yang sebenarnya dimulai saat awal waktu Subuh atau dikumandangkannya adzan Subuh.

Di zaman Rasulullah Saw tidak ada waktu Imsak. Waktu Imsak dibuat para ulama sebagai upaya ihtiyat (kehati-hatian), agar kaum Muslim tidak "bablas" saat memasuki waktu Subuh.

Imsak berasal dari bahasa Arab yaitu amsaka-yumsiku-imsak yang artinya menahan, yakni menahan diri dari makan-minum.

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung
Jadwal Imsakiyah Ramadhan kota Bandung dan sekitarnya, termasuk kota-kota lain di Jawa Barat, bisa didownload di situs Kementerian Agama RI Jawa Barat.

Khusus untuk Kota Bandung, berikut ini jadwal Imsakiyahnya, dengan sumber Kementerian Agama RI Jawa Barat juga. Link downloadnya ada di bawah gambar.

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung
Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung.*
KLIK GAMBAR untuk Melihat Ukuran Sebenarnya.

Download:
1. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung (Pdf)
2. Jadwal Imsakiyah Kota Bandung & Kota Lainnya di Jawa Barat

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M Kota Bandung di atas bisa Anda print-out atau cetak sebagai panduan waktu terpercaya dalam melaksanakan Ibada Puasa Ramadhan. (http://www.masjidrayagca.com).*

May 25, 2016

20 Mukjizat Puasa Bagi Kesehatan

20 Mukjizat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan
Kajian Medis dan Bukti Ilmiah Manfaat Puasa Ramadan bagi Kesehatan

BERBAGAI
penelitian telah mengungkap adanya mukjizat Puasa, termasuk Puasa Ramadhan, ditinjau dari perpekstif medis modern.

Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.

Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai aspek puasa ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Sebanyak 113 artikel tentang puasa yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam.

Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia.

Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Meskipun untuk sebagian orang ibadah Puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah SWT berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.

Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka kamu akan sehat."

Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan Puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan Puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek.

Konsep Puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat.



20 Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan

Inilah 20 Mukjizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia sebagaimana dilansiri Health.

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme
Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa Ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen.

Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat Puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam Puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia
Dalam penelitian, saat Puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa Ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat.

Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.

5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui
Terdapat sebuah penelitian Puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat.

Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa
Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.

Kortisol serum ibu, trigliserida, Kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.

7. Penurunan glukosa dan berat badan
Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), Kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan.

Studi ini menunjukkan puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok
Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.

9. Pengaruh pada hormon virgisteron
Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin.

Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.

10. Puasa Bermanfaat Bagi jantung
Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein.

Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

11. Puasa Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat Puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya.

Pola makan saat Puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, Kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin
Penghentian konsumsi air selama Puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal.

Kekurangan air dalam Puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

13. Dalam keadaan Puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan saat Puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat.

Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat Puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

15. Puasa Bermanfaat dalam pembentukan sperma
Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut Puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

16. Puasa Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis
Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh Puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual
Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian Puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu.

Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah Puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya

18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan Puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna.

Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah SWT dan sesama manusia
Manfaat Puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan Puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena Puasa adalah bulan penuh berkah.

Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. 

Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

20. Manfaat Puasa: Menurunkan adrenalin
Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat Puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung.

Adrenalin juga menambah pembentukan Kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata Puasa sebulan penuh saat bulan Ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia.

Sebaliknya, banyak penelitian menunjukkan bahwa Puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia.

Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini.

Manfaat Puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Karenanya, puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum Muslim karena selain bernilai ibadah wajib, juga memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.***

April 17, 2016

Jamaah Masjid Merasa Terganggu Balap Liar Depan Stadion GBLA

Balap Liar Depan Stadion GBLA
Jamaah Masjid Raya GCA Abu Bakar Ash-Shiddiq sering merasa terganggu suara knalpot bising anak-anak remaja usia SMP-SMA yang balap liar di depan Stadion Gelora Bandung Lautan API (GBLA), terutama saat shalat Ashar.

Salah seorang jamaah bahkan pernah langsung teriak usai shalat berjamaah karena kesal dengan suara bising knalpot.

Lokasi Masjid Raya GCA di kompeleks perumahan Griya Cempaka Arum (GCA) Gedebage Bandung memang berdekatan dengan Stadion GBLA, hanya terhalang sungai kecil di samping kompleks.

Jamaah berharap pihak berwenang, khususnya aparat kepolisian, menertibkan aksi balap liar yang hampir terjadi tiap sore di depan Stadion GBLA, terutama antara jam 16.00 s.d. 18.00 WIB.*

April 15, 2016

Pengertian Wahabi dan Asal-Usulnya dalam Islam

Pengertian Wahabi dan Asal-Usulnya dalam Islam
Pengertian Wahabi dan Asal-Usulnya dalam Islam.

WAHABI (Wahabiyah, Wahabisme) adalah sebuah aliran pemahaman dalam Islam, yakni pemikiran dan perjuangan Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama pembaharu dari Arab Saudi, seperti pembaharuan dari perilaku syirik menuju tauhid dan dari bid’ah menuju Sunnah.

Abdul Wahab menilai, kemunduran umat Islam terjadi karena mereka sudah jauh dari Islam yang murni, yakni praktik ibadahnya sudah bercampur dengam hal-hal berbau bid’ah, khurafat, dan tahayul yang tidak ada ajarannya dalam Islam.

Muhammad bin Abdul Wahhab (1701 – 1793 M) lahir di Kampung Ainiyah, Najd, Arab Saudi. Beliau berasal dari kabilah Bani Tamim. Buku beliau bertajuk ‘Kitab al-Tauhid’. Para murid dan pendukungnya disebut Wahabi.

Para pendukungnya menolak disebut Wahabi, karena pada dasarnya ajaran Ibnu Wahhab adalah ajaran Nabi Muhammad, bukan ajaran tersendiri. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut diri mereka sebagai Salafis atau Muwahhidun, yang berarti “satu Tuhan”.

Ia memberantas khurafat seperti menganggap “keramat” makam para ulama yang dinilai berbahaya bagi tauhid umat. Sikap tegas dan tanpa kompromi dalam masalah akidah membuat ia dikenai banyak tuduhan atau fitnah.

Abdul Wahab wafat tanggal 29 Syawal 1206 H/1793 M, dalam usia 92 tahun. Jenazahnya dikebumikan di Dar’iyah (Najd).

Demikian catatan singkat tentang Wahabi, Wahabiyah, atau Wahabisme. (Sumber: Ensiklopedia Islam, Ichtiar Baru).*

March 8, 2016

Hukum, Tata Cara, dan Khutbah Shalat Gerhana

Shalat Gerhana
Pengertian, Hukum, Tata Cara, dan Khotbah Shalat Gerhana Matahari dan Bulan.

GERHANA matahari (kusuf) dan gerhana bulan (khusuf) merupakan fenomena alam. Peristiwa langka ini merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT.

Umat Islam disunahkan melaksanakan shalat gerhana (kusuf/khusuf), berdoa, takbir, dan sedekah.

 إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Sesungguhnya (gerhana) matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi bukan karena wafatnya seseorang dan bukan pula lahirnya seseorang. Jika kalian menyaksikannya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat, dan bersedehkahlah.” (HR. Bukhari No. 1044).

Pengertian Shalat Gerhana
Shalat gerhana dalam bahasa Arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan kusuf (الكسوف).

Secara bahasa, kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang sama. Shalat gerhana matahari dan gerhana bulan sama-sama disebut dengan kusuf dan khusuf.

Namun, masyhur juga di kalangan ulama penggunaan istilah khusuf untuk gerhana bulan dan kusuf untuk gerhana matahari  (Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 2 hlm. 1421).

Pengertian Kusuf 
Kusuf (كسوف) adalah sinar matahari menghilang baik sebagian maupun seluruhnya (gerhana total) pada siang hari karena terhalang oleh bulan yang melintas antara bumi dan matahari.

Pengertian Khusuf 
Khusuf (خسوف) adalah keadaan cahaya bulan menghilang baik sebagian maun seluruhnya (gerhana bulan total) pada malam hari karena terhalang oleh bayangan bumi karena posisi bulan yang berada di balik bumi dan matahari.

Syariat Shalat Gerhana
Shalat gerhana adalah shalat sunnah muakkadah yang ditetapkan dalam syariat Islam sebagaimana para ulama telah menyepakatinya.

Shalat gerhana disyariatkan dalam Al-Quran dan Hadits.

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

"Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganla kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya" (QS. Fushshilat : 37)

Maksud dari perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Yang Menciptakan matahari dan bulan adalah perintah untuk mengerjakan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad). 

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

"Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

Shalat gerhana disyariatkan kepada siapa saja, baik dalam keadaan muqim di negerinya atau dalam keadaan safar, baik untuk laki-laki atau untuk perempuan. Atau diperintahkan kepada orang-orang yang wajib melakukan shalat Jumat.

Namun meski demikian, kedudukan shalat ini tidak sampai kepada derajat wajib, sebab dalam hadits lain disebutkan bahwa tidak ada kewajiban selain shalat 5 waktu semata.

Hukum Shalat Gerhana Matahari
Para ulama membedakan antara hukum shalat gerhana matahari dan gerhana bulan.

Para ulama umumnya sepakat mengatakan shalat gerhana matahari hukumnya sunnah muakkadah, kecuali mazbah Al-Hanafiyah yang mengatakan hukumnya wajib.
  1. Jumhur ulama yaitu Mazhab Al-Malikiyah, As-Syafi'iyah dan Al-Malikiyah berketetapan bahwa hukum shalat gerhana matahari adalah sunnah muakkad. 
  2. Mazhab Al-Hanafiyah berpendapat bahwa shalat gerhana matahari hukumnya wajib.

Hukum Shalat Gerhana Bulan
Dalam hukum shalat gerhana bulan, pendapat para ulama terpecah menjadi tiga macam, antara yang mengatakan hukunya hasanah, mandubah, dan sunnah muakkadah.
  1. Mazhab Al-Hanafiyah memandang bahwa shalat gerhana bulan hukumnya hasanah. 
  2. Mazhab Al-Malikiyah berpendapat bahwa hukum shalat gerhana bulan adalah mandubah. 
  3. Mazhab As-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah berpendapat bahwa hukum shalat gerhana bulan adalah sunnah muakkadah.

Tata Cara Shalat Gerhana

1. Berjamaah
Shalat gerhana matahari dan bulan dikerjakan dengan cara berjamaah, sebab dahulu Rasulullah SAW mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. Shalat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh hadits Aisyah radhiyallahu 'anha.

2. Tanpa Adzan dan Iqamat
Shalat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz "As-Shalatu Jamiah". Dalilnya adalah hadits berikut :

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ


Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari).

3. Sirr dan Jahr
Shalat ini boleh juga dilakukan dengan sirr (merendahkan suara) maupun dengan jahr (mengeraskannya).

4. Mandi
Juga disunnahkan untuk mandi sunnah sebelum melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah

5. Khotbah
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum khutbah shalat gerhana.

#1. Disyariatkan Khutbah 
Menurut pendapat As-Syafi'iyah, dalam shalat gerhana disyariatkan untuk disampaikan khutbah di dalamnya. Khutbahnya seperti layaknya khutbah Idul Fithri dan Idul Adha dan juga khutbah Jumat.

أَنَّ النَّبِيَّ لَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلاَةِ قَامَ وَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَال : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَل لاَ يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Dari Aisyah ra berkata,"Sesungguhnya ketika Nabi SAW selesai dari shalatnya, beliau berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia dengan memuji Allah, kemudian bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah." (HR. Bukhari Muslim)

Dalam khotbah itu Rasulullah SAW menganjurkan untuk bertaubat dari dosa serta untuk mengerjakan kebajikan dengan bersedekah, doa, dan istighfar (minta ampun). 


2. Tidak Disyariatkan Khutbah
Al-Malikiyah mengatakan bahwa dalam shalat ini disunnahkan untuk diberikan peringatan (al-wa'zh) kepada para jamaah yang hadir setelah shalat, namun bukan berbentuk khutbah formal di mimbar.

Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah juga tidak mengatakan bahwa dalam shalat gerhana ada khutbah, sebab pembicaraan Nabi SAW setelah shalat dianggap oleh mereka sekadar memberikan penjelasan tentang hal itu.

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
"Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah" (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadits ini Nabi SAW tidak memerintahkan untuk disampaikannya khutbah secara khusus. Perintah beliau hanya untuk shalat saja tanpa menyebut khutbah.

6. Banyak Berdoa, Dzikir, Takbir, dan Sedekah
Disunnahkan apabila datang gerhana untuk memperbanyak doa, dzikir, takbir dan sedekah, selain shalat gerhana itu sendiri.

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا


"Apabila kamu menyaksikannya maka berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Teknis Shalat Gerhana

1. Dua Rakaat
Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dilakukan dengan:
  • 2 kali berdiri
  • 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran
  • 2 ruku' dan 2 sujud. 

"Dari Abdullah bin Amru berkata,"Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa Nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat "As-shalatu jamiah". Nabi melakukan 2 ruku' dalam satu rakaat kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku' untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,"Belum pernah aku sujud dan ruku' yang lebih panjang dari ini." (HR. Bukhari dan Muslim)

#2. Bacaan Al-Quran
Shalat gerhana termasuk jenis shalat sunnah yang panjang dan lama durasinya. Di dalam hadits shahih disebutkan tentang betapa lama dan panjang shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu :

ابْنُ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - قَال : كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ فَصَلَّى الرَّسُول وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل
 

"Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama dengan orang banyak. Beliau berdiri cukup lama sekira panjang surat Al-Baqarah, kemudian beliau SAW ruku' cukup lama, kemudian bangun cukup lama, namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku' lagi dengan cukup lama tetapi tidak selama ruku' yang pertama." (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Lebih utama bila pada rakaat pertama pada berdiri yang pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat seperti Al-Baqarah dalam panjangnya.
  • Berdiri yang kedua masih pada rakaat pertama dibaca surat dengan kadar sekitar 200-an ayat, seperti Ali Imran.
  • Pada rakaat kedua pada berdiri yang pertama dibaca surat yang panjangnya sekitar 250-an ayat, seperti An-Nisa. 
  • Pada berdiri yang kedua dianjurkan membaca ayat yang panjangnya sekitar 150-an ayat seperti Al-Maidah. 3. Memperlama Ruku' dan Sujud

Disunnahkan untuk memanjangkan ruku' dan sujud dengan bertasbih kepada Allah SWT, baik pada 2 ruku' dan sujud rakaat pertama maupun pada 2 ruku' dan sujud pada rakaat kedua.

Yang dimaksud dengan panjang disini memang sangat panjang, sebab bila dikadarkan dengan ukuran bacaan ayat Al-Quran, bisa dibandingkan dengan membaca 100, 80, 70 dan 50 ayat surat Al-Baqarah.

Panjang ruku' dan sujud pertama pada rakaat pertama seputar 100 ayat surat Al-Baqarah, pada ruku' dan sujud kedua dari rakaat pertama seputar 80 ayat surat Al-Baqarah. Dan seputar 70 ayat untuk rukuk dan sujud pertama dari rakaat kedua. Dan sujud dan rukuk terakhir sekadar 50 ayat.

Dalilnya adalah hadits shahih yang keshahihannya telah disepakati oleh para ulama hadits.

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ فَصَلَّى الرَّسُول وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل 


Dari Ibnu Abbas ra berkata,"Terjadi gerhana matahari dan Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat panjang sekira membaca surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku' sangat panjang lalu berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang pertama. Lalu ruku' lagi tapi sedikit lebih pendek dari ruku' yang pertama. Kemudian beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang namun sidikit lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku' panjang namun sedikit lebih pendek dari sebelumnya.(HR. Bukhari dan Muslim).

Demikian ulasan cukup lengkap tentang Hukum, Tata Cara, dan Khutbah Shalat Gerhana. Wallahu a'lam bishshawab.*

Sumber: Rumah Fiqih

Umat Islam Diimbau Shalat Gerhana Matahari

Gerhana Matahari
Jadwal Lengkap Shalat Gerhana Matahari di Indonesia Rabu 9 Maret 2016
 
UMAT Islam diimbau melakukan shalat sunah gerhana matahari (kusuf) Rabu 9 Maret 2016. Imbauan disampaikan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, MUI, dan ormas-ormas Islam.

Ditjen Bimas Islam juga mengeluarkan informasi waktu pelaksanaan salat gerhana untuk menyambut gerhana matahari total tersebut.

Durasi gerhana di 33 provinsi berbeda sesuai dengan perhitungan astronomis di wilayah masing-masing. 

Di wilayah Jawa Barat, gerhana terjadi Pkl. 06:20-08:32 WIB. Saat itu pula waktu shalat gerhana.

Mengacu pada data astronomis, wilayah Indonesia bagian barat rata-rata dapat menikmati gerhana matahari selama satu hingga dua jam.

Di Wilayah Indonesia Tengah, fenomena langka itu dapat dinikmati selama 2 hingga 2,5 jam. Adapun wilayah Indonesia bagian timur mendapatkan durasi paling lama yaitu selama hampir tiga jam.


Jadwal Shalat Gerhana

Berikut ini waktu pelaksanaan salat gerhana di seluruh Indonesia mengacu pada siaran pers Ditjen Bimas Islam yang dikutip berbagai media di Indonesia:

1. Aceh, 07:22 WIB -08:27 WIB
2. Sumatera Utara, 07:21 WIB-08:27 WIB
3. Sumatera Barat, 07:20 WIB-08:27 WIB
4. Riau, 06:22 WIB -08:30 WIB.
5. Bengkulu, 06:20 WIB-08:28 WIB.

6. Jambi, 06:21 WIB-08:29 WIB.
7. Kepulauan Riau, 06:22 WIB-08:33 WIB.
8. Sumatera Selatan, 06:19 WIB-08:29 WIB.
9. Lampung, 06:20 WIB-08:31 WIB.
10. Bangka Belitung, 06:21 WIB-08:35 WIB.

11. Banten, 06:19 WIB-08:31 WIB.
12. DKI Jakarta, 06:20 WIB-08:32 WIB.
13. Jawa Barat, 06:20 WIB-08:32 WIB.
14. Jawa Tengah, 06:20 WIB-08:35 WIB.
15. D.I. Yogyakarta, 06:20 WIB- 08:35 WIB.

16. Jawa Timur, 06:21 WIB-08:39 WIB.
17. Kalimantan Barat, 06:23 WIB- 08:42 WIB.
18. Kalimantan Tengah, 06:22 WIB-08:47 WIB.
19. Kalimantan Selatan, 07:23 WITA-09:48 WITA.
20. Kalimantan Timur, 07:26 WITA-09:54 WITA

21. Bali, 07:22 WITA-09:42 WITA. 22. Nusa Tenggara Barat, 07:23 WITA-09:45 WITA. 23. Nusa Tenggara Timur, 07:27 WITA-09:51 WITA.
24. Sulawesi Barat, 07:26 WITA-09:57 WITA.
25. Sulawesi Selatan, 07:26 WITA-09:54 WITA.

26. Sulawesi Tengah, 07:29 WITA-10:04 WITA.
27. Sulawesi Tenggara, 07:28 WITA-10:01 WITA.
28. Gorontalo,07:31 WITA-10:09 WITA.
30. Sulawesi Utara, 07:34 WITA-10:15 WITA.

31. Maluku Utara, 08:35 WIT-11:21 WIT.
32. Maluku, 08:35 WIT-11:17 WIT.
33. Papua Barat, 08:40 WIT-11:30 WIT.
34. Papua, 08:49 WIT-11:40 WIT.*

February 23, 2016

Anak-Anak Muslim Kota Bandung Wajib Ngaji ke Masjid Waktu Magrib

Program Magrib Mengaji
Anak-Anak Muslim di Kota Bandung wajib mengaji di masjid mulai bada Magrib hingag Isya. Program Magrib Mengaji bagi anak-anak ini diluncurkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sebagai salah satu dari tiga program unggulan untuk mengatasi masalah sosial di Kota Bandung.

"Anak-anak yang muslim selepas Magrib hingga Isya wajib ke masjid dan tidak keliaran di luar rumah tidak jelas," kata pria yang populer disapa Emil ini, di Balai Kota Bandung, Senin, 22 Februari 2016.

Program kedua adalah "Ayo Membayar Zakat". Dikemukakan Emil, potensi zakat di Kota Bandung masih besar dan diharapkan bisa membantu program sosial.

Yang ketiga adalah "Family Help Family". Nantinya bakal ada 60 ribu keluarga mampu di Bandung yang akan menjadi keluarga asuh bagi 60 ribu keluarga miskin di Bandung.

"Pertimbangannya karena ada banyak keluarga baik di Indonesia yang curhat kebingungan menyalurkan kebaikannya, nah saya bikin sistemnya," ujarnya seperti dikutip Liputan6.

Menurut Emil, program Family Help Family tidak mesti membantu dalam hal keuangan saja namun bisa dalam berbagai hal. Belum didefinisikan apa bantuan dan bagaimana sistemnya.

Kegiatan Magrib Mengaji sudah dimulai di Masjid Raya Abu Bakas Ash-Shiddiq Griya Cempa Arum (GCA) Gedebage Kota Bandung.

Meski bangunan masjid belum selesai karena kekurangan dana pembangunan, anak-anak TK-SD tampak bersemangat dan ceria belajar mengajari tiap bada Magrib s.d. Isya dengan bimbingan seorang guru.

Dengan demikian, selain mengaji, anak-anak juga terbiasa shalat berjamaah Magrib dan Isya di masjid dan diharapkan terbiasa pula shalat berjamaah di waktu shalat fardhu lainnya --Dhuhur, Ashar, Subuh.*

February 16, 2016

Takwa dan Akhlak yang Baik Sumber Kebahagiaan Dunia-Akhirat

Arbain Nawawiyah
Takwa dan Akhlak yang Baik Sumber Kebahagiaan Dunia-Akhirat. (Kajian Hadits)
 
HADITS tentang takwa, kebaika, dan budi pekerti (akhlak) yang baik ini sering kita dengar dalam khotbah Jumat yang disampaikan khotib.

Hadits ini sangat populer juga karena dimuat dalam kitab kumpulan 40 hadits pilihan susunan Imam Nawawi, Arba'in Nawawiyah.

Dalam hadits ini, Rasulullah Saw memerintahkan kaum Muslim untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT di mana saja berada --dalam situasi dan kondisi apa pun.

Rasul juga memerintahkan umat Islam untuk mengiringi perbuatan buruk dengan perbuatan baik serta bergaul dengan sesama manusia (hablum minannass) dengan perilaku, sikap, budi pekerti, atau akhlak yang baik. Takwa dan akhlak yang baik merupakan sumber kebahagiaan dunia-akhirat.

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ  [رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]



"Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, dan Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.“ (HR. Turmuzi).

Kosa kata:
(اتَّقِ (الله: Bertakwalah (kepada  Allah)
حيثما: Dimana saja
أتبع: Ikutilah
السيئة: Keburukan
(تمحـ(ها  : Menghapus-(nya)
خالق: Pergaulilah
بـ)خُلُق):(dengan) akhlak

Kandungan Hadist:
  1. Takwa kepada Allah merupakan kewajiban setiap muslim dan dia merupakan asas diterimanya amal shaleh. 
  2. Bersegera melakukan ketaatan setelah keburukan secara langsung, karena kebaikan akan menghapus keburukan. 
  3. Bersungguh-sungguh menghias diri dengan akhlak mulia.
  4. Menjaga pergaulan yang baik merupakan kunci kesuksesan, kebahagiaan dan ketenangan di dunia dan akhirat. Hal tersebut dapat menghilangkan dampak negatif pergaulan.
Sumber: Arba'in Nawawiyah